Apa itu rehabilitasi medis? Ini informasi lengkapnya

 

Indonesia Creative – Ketika mengalami kondisi seperti patah tulang, ketergantungan, lumpuh, atau gangguan saraf, seseorang dapat mengalami gangguan yang dirasakan di tubuh mereka. Hal tersebut sangat menggangu kehidupan karena dapat menyebabkan mereka mengalami kesulitan dalam beraktivitas dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Untuk mengatasi permasalahan ini dokter biasanya menyarankan untuk menjalani program rehabilitasi medis, rehabilitasi medis dapat mengatasi beberapa kondisi di atas sehingga mereka dapat menjalani aktivitas dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan normal.

 

Kondisi yang memerlukan rehabilitasi

 

Ada beberapa kondisi yang menurut dokter perlu segara dilakukan rehabilitasi medik untuk pemulihan, berikut beberapa kondisi yang memerlukan rehabilitasi medik :

 

1.Rehabilitasi Narkoba

 

Menurut CNN Indonesia kecanduan narkoba dapat dipatahkan dengan menjalani rehabilitasi, yaitu upaya upaya untuk menyembuhkan kondisi penyalahguna narkoba yang telah mengalami ketergantungan atau kecanduan.

 

2.Rehabilitasi pada penderita jantung

 

Rehabilitasi jantung merupakan program rehabilitasi medis yang digunakan untuk pemulihan dan perbaikan kondisi jantung dan pembuluh darah, rehabilitasi jantung biasanya dilakukan untuk pasien yang mengalami serangan jantung atau pasien yang menjalani tindakan medis pada jantung seperti operasi jantung.

 

3.Rehabilitasi pada penderita stroke

 

Rehabilitasi medis juga dapat dilakukan pada penderita stroke atau sering disebut dengan rehabilitasi stroke, yaitu salah satu penanganan yang dilakukan pada pasien yang mengalami stroke. Saat pasien mengalami stroke kekuatan gerak beberapa bagian tubuh pasien akan melemah, dengan terapi stroke kekuatan gerak beberapa bagian tersebut diharapkan dapat pulih.

 

4.Rehabilitasi pada penderita hernia nucleus pulposus

 

Artikel Terkait   Peran dan manfaat psikolog bagi pemulihan kecanduan narkoba

Hernia Nucleus Pulposus atau HNP adalah penyakit dimana bantalan saraf tulang belakang keluar dari ruas tulang sehingga menjepit syaraf yang ada di dalamnya, kondisi ini sering juga disebut sebagai saf kejepit. Pasien yang mengalami kondisi ini dapat mengalami kondisi seperti berat pada leher dan punggung, kelemahan gerak anggota tubuh, hingga kelumpuhan. Dokter biasanya memberikan obat-obatan, melakukan terapi medis atau fisioterapi, hingga operasi.

Demikian artikel tentang rehabilitasi medis, semoga bisa bermanfaat bagi anda semua. Semoga anda selalu dalam keadaan sehat sehingga tidak perlu menjalani rehabilitasi seperti pembahasan di postingan ini.

5/5 - (1 vote)